Senin, 20 Juni 2011

Kasih Sayang Seorang Ibu

Kasih Sayang Ibu

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.



Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.



Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.



Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.



Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.



Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”



Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.



Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.



Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.



Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.



Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.



Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.



Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.



Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.



Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.



Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.



Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.



Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.



Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.



Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”



Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”



Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.



Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.



Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”



Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.



Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”


Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”



Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.



Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.(opinum.com) 

Jumat, 17 Juni 2011

Tipe - Tipe Mahasiswa

Tipe-tipe Mahasiswa

Sekedar informasi, mahasiswa bisa dibedakan menjadi beberapa kelas... Setidaknya ada 4 tipe dalam kalangan mahasiswa....

Yang pertama adalah tipe mahasiswa anak dosen..... Mahasiswa dalam tipe ini biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut... Mereka selalu hadir 100% dalam perkuliahan, bahkan mendahului sebelum dosen datang.... Mahasiswa tipe ini memiliki catatan paling lengkap dan biasanya diburu teman-temannya pada saat menjelang ujian... Biasanya mereka menguasai kursi-kursi bagian depan pada saat kuliah... Mereka tidak pernah mengenal istilah seperti membuat krepekan, bolos maupun titip absen. Nilai mereka selalu berkisar antara A sampai B... Biasanya mereka nyambi menjadi asisten dosen. Setelah mereka lulus pun biasanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan kemudian mengabdikan diri kembali di kampus dengan menjadi dosen atau guru.

Tipe kedua disebut dengan tipe mahasiswa organisatoris.... Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang senang dengan hal-hal berkaitan dengan birokrasi dan organisasi... Biasanya anda akan mendengar kata-kata LPJ, raker, fungsionaris, proposal ketika berdekatan dengan mahasiswa tipe ini... Dalam hal kuliah, mereka tidak selalu hadir 100% meskipun mereka tetap memberikan prioritas pada kuliah mereka.... Selain itu, mahasiswa tipe ini juga dikenal (hyper) aktif atau lantang dalam bersuara... Tak jarang jika mereka sering terlibat dalam aksi massa atau demonstrasi, meskipun mereka sendiri kadang nggak ngerti apa yang mereka demonstrasikan... Banyak dari anggota klan ini yang kemudian menjadi birokrat atau politisi.......

Yang ketiga adalah tipe mahasiswa Money Train..... Mahasiswa anggota tipe ini adalah tipikal mahasiswa yang seneng ngobyek... Obyekannya pun macam-macam.. Ada yang nyambi jaga wartel, jadi operator warnet, jualan, jadi penulis, dan semacamnya... Mata mereka memang nggak berwarna hijau, tapi mereka mulai memandang penting arti dari sebuah uang..... Bahkan mereka seringkali mengabaikan kuliah mereka demi mendapatkan segepok duit.... Wajar kalau mahasiswa golongan ini sering absen dalam kuliah... Tapi begitu lulus, mereka inilah klan yang paling siap dalam bertarung. ...Tak jarang bila anggota klan ini nantinya menjadi eksekutif top atau pengusaha yang sukses.....

Terakhir adalah kelas yang disebut tipe mahasiswa kongkow. Mahasiswa yang tergabung dalam klan ini boleh dibilang mahasiswa yang extrovert, gaul, funky abis, dan aware terhadap hal-hal terkini, seperti lagu terbaru, tren fashion, gosip artis, sampai gosip terbaru di kampus. Mereka ini sering stand by di kampus, walaupun bukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan akademis. Selain di kampus, mereka sering terlihat di mall, pusat perbelanjaan, warung makan, kafe, bioskop, atau tempat billiard. Tipe mahasiswa ini sebagian adalah mereka yang nggak lulus-lulus kuliahnya alias mahasiswa abadi hehe...

Kira-kira Anda masuk kategori mana?

Powered By Blogger